Agam, Sumbar – Polres Agam menunjukkan respons cepat terhadap bencana yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga, membuka akses jalan yang tertutup, serta mengatur lalu lintas di area-area yang rawan.
Fokus utama pelayanan di lapangan meliputi pencarian dan pertolongan korban, penyediaan layanan kesehatan, serta pendataan warga yang terdampak bencana. Data hingga Selasa (25/11) mencatat adanya 20 kejadian bencana, meliputi 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang. Bencana ini tersebar di 6 kabupaten/kota, yaitu Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.
Kapolres Agam, AKBP Muari, S.I.K., M.M., M.H., menegaskan komitmen kepolisian untuk terus hadir dan bekerja tanpa henti dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” kata AKBP Muari.
Selain itu, Polres Agam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya bencana susulan.
(TIM)












