Kapolda aceh beserta rombongan turut berduka cita atas wafatnya owner bidadari group, h. m. nur abubakar

Ekonomi18 Dilihat

Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama dengan jajaran staf tinggi Polda Aceh, anggota kepolisian dari berbagai satuan kerja, serta para pengurus dan anggota Bhayangkari se-Polda Aceh, mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Haji Muhammad Nur Abubakar, pemilik sekaligus pendiri Bidadari Group yang juga mengelola Rumah Sakit Bidadari yang telah dikenal luas di wilayah Aceh dan sekitarnya.

setelah menjalani perawatan medis selama beberapa waktu. Kabar meninggalnya sosok yang dikenal dermawan dan memiliki kontribusi besar dalam bidang kesehatan serta perekonomian lokal ini langsung menyebar dan menyentuh hati banyak pihak, termasuk keluarga besar kepolisian Aceh.

Dalam sambutan duka cita yang disampaikan melalui staf humas Polda Aceh, Kapolda Marzuki Ali Basyah menyampaikan bahwa perjalanan hidup almarhum sangat menginspirasi. “Bapak Nur Abubakar bukan hanya seorang pengusaha sukses, tetapi juga sosok yang selalu peduli dengan kesejahteraan masyarakat Aceh. Kontribusinya dalam mendirikan Rumah Sakit Bidadari telah memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi banyak orang, termasuk bagi anggota kepolisian dan keluarga mereka,” ujar Kapolda.

Selain itu, almarhum juga dikenal sering berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti memberikan bantuan kepada korban bencana alam, mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah termasuk kepolisian dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh.

Para anggota Bhayangkari yang juga ikut berduka cita menyampaikan bahwa almarhum pernah menjadi salah satu mitra kerja sama dalam berbagai program kesejahteraan yang digagas oleh organisasi perempuan kepolisian tersebut. “Kami kehilangan seorang teman sekaligus mitra yang selalu siap membantu dalam setiap langkah kami untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap salah satu pengurus Bhayangkari Polda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga mengucapkan doa yang tulus bagi almarhum. “Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya di surga yang luas. Juga kami mohon agar keluarga yang ditinggalkan – istri, anak-anak, cucu, serta seluruh keluarga besar – diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi kehilangan yang sangat menyakitkan ini,” pungkasnya.

Pihak keluarga almarhum telah menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan dan doa yang diberikan oleh Polda Aceh beserta jajarannya. Pemakaman almarhum telah dilaksanakan pada hari [tanggal perlu ditambahkan] di [tempat pemakaman perlu ditambahkan] dengan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta banyak orang yang merasakan manfaat dari karya dan kedermawanan almarhum.

Dengan wafatnya Bapak H. M. Nur Abubakar, masyarakat Aceh kehilangan salah satu sosok pembangunan yang memiliki komitmen kuat untuk kemajuan daerahnya. Namun, warisan kerja dan dedikasinya dalam bidang kesehatan serta sosial kemasyarakatan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu”

Editor Zami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *