Polda aceh meutuah” resmi diluncurkan, buku monumental yang padukan kearifan lokal dengan penegakan hukum

Ekonomi17 Dilihat

LinksiberNews.com_anda aceh – gedung landmark bank syariah indonesia (bsi) aceh menjadi saksi bersejarah saat kapolda aceh irjen pol. drs. marzuki ali basyah, m.m., secara resmi meluncurkan buku monumental karyanya yang berjudul “polda aceh meutuah” pada hari rabu (3/6/2026). acara peluncuran yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, akademisi, pejabat pemerintah daerah, serta seluruh jajaran polda aceh ini tidak hanya menjadi perayaan karya tulis, melainkan juga tonggak penting dalam upaya menyelaraskan nilai-nilai lokal dengan sistem penegakan hukum di provinsi yang dikenal sebagai serambi mekah.

dalam sambutannya saat peluncuran, irjen pol. marzuki ali basyah mengungkapkan bahwa ide pembuatan buku ini sudah muncul sejak awal masa jabatannya sebagai kapolda aceh. menurutnya, masyarakat aceh memiliki kekayaan nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari adat istiadat, norma sosial, hingga ajaran agama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal.

“kata ‘meutuah’ sendiri memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat aceh – bukan hanya sekadar ‘berkah’ atau ‘bahagia’, tapi juga meliputi konsep keadilan, keselarasan, dan keharmonisan antarindividu serta antara manusia dengan alam semesta. dalam buku ini, saya mencoba menggali dan mengkombinasikan nilai-nilai tersebut dengan prinsip-prinsip hukum positif yang berlaku, sehingga penegakan hukum tidak hanya berjalan sesuai aturan, tapi juga dapat dirasakan adil dan relevan dengan konteks kehidupan masyarakat kita,” ujar kapolda dengan suara yang penuh semangat dan kebanggaan.

buku yang memiliki lebih dari 350 halaman ini merangkum pemikiran visioner mengenai bagaimana penegakan hukum dapat menjadi lebih efektif dengan memperhatikan konteks budaya lokal. di dalamnya dibahas berbagai topik penting, antara lain bagaimana konsep “musyawarah untuk mufakat” dapat diintegrasikan dalam proses penyelesaian sengketa masyarakat, bagaimana nilai-nilai “saling menghormati” dalam budaya aceh dapat memperkuat upaya pencegahan kejahatan, serta bagaimana prinsip-prinsip syariah yang hidup dalam masyarakat dapat menjadi pendukung bagi pelaksanaan hukum positif.

acara peluncuran juga diisi dengan sesi diskusi yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi ternama, yaitu profesor dr. zainal abidin, m.ag., dari fakultas hukum universitas syiah kuala, dan dr. cut nur asia, s.h., m.h., dari institut hukum dan politik aceh. dalam paparannya, profesor zainal abidin menyatakan bahwa buku “polda aceh meutuah” merupakan karya yang sangat relevan dan berharga karena memberikan pandangan baru tentang bagaimana sistem hukum nasional dapat bersinergi dengan nilai-nilai lokal.

“selama ini seringkali terjadi kesenjangan antara aturan hukum yang dibuat di tingkat pusat dengan realitas kehidupan masyarakat di daerah. buku ini memberikan contoh konkret bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi dengan cara yang bijak dan penuh penghormatan terhadap identitas lokal. ini bukan hanya prestasi pribadi kapolda aceh, tapi juga kontribusi berharga bagi perkembangan ilmu hukum di indonesia,” paparnya.

sementara itu, dr. cut nur asia menyoroti bagian buku yang membahas tentang peran perempuan dalam penegakan hukum dengan memperhatikan nilai-nilai budaya aceh. menurutnya, pendekatan yang diusung dalam buku tersebut mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di aceh, sekaligus menghormati norma-norma budaya yang berlaku.

acara peluncuran juga diikuti dengan penandatanganan buku oleh kapolda aceh untuk para tamu kehormatan, serta penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan perpustakaan umum provinsi aceh, perpustakaan universitas syiah kuala, dan beberapa perpustakaan sekolah menengah atas terbaik di banda aceh. kapolda menyampaikan harapannya agar buku ini dapat dibaca dan dipelajari oleh berbagai kalangan, terutama oleh aparatur penegak hukum dan calon profesional hukum, sehingga konsep yang terkandung di dalamnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

“buku ini bukan hanya untuk dibaca dan diletakkan di rak perpustakaan, tapi harus menjadi panduan praktis dalam menjalankan tugas penegakan hukum. saya berharap seluruh jajaran kepolisian di aceh dapat mempelajari dan mengaplikasikan prinsip-prinsip yang ada di dalamnya, sehingga pelayanan kita kepada masyarakat dapat menjadi lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut bersama,” tegasnya.

selain itu, dalam acara tersebut juga diumumkan bahwa polda aceh akan menggelar serangkaian lokakarya dan diskusi di seluruh kabupaten dan kota di aceh untuk menyebarkan pemahaman mengenai konsep “polda aceh meutuah”. kegiatan ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, ulama, akademisi, hingga pengusaha dan masyarakat umum, agar konsep tersebut benar-benar meresap dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun aceh yang lebih baik.

dengan peluncuran buku “polda aceh meutuah”, kapolda aceh irjen pol. marzuki ali basyah telah menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pemimpin kepolisian yang handal, tetapi juga sebagai pemikir yang visioner yang peduli dengan keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal dalam konteks pembangunan hukum nasional. buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di indonesia untuk menggali dan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wartawan Zami
Editor Zami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *