Hari lahir pancasila – kepolisian daerah aceh ajak seluruh elemen bangsa jaga persatuan sebagai fondasi perdamaian dunia

Ekonomi48 Dilihat

LinksiberNews.com_aceh, (01 juni 2026) – menyambut momentum hari lahir pancasila tahun 2026 dengan tema “pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia”, kepala kepolisian daerah (kapolda) aceh beserta seluruh staf dan jajaran menggelar serangkaian kegiatan yang mengusung semangat kebangsaan dan persatuan di markas kepolisian daerah aceh, serta menyebarkan pesan penting tentang makna mendalam pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

acara yang dimulai pukul 07.30 wib diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh ratusan anggota kepolisian dari berbagai satuan kerja di bawah kapolda aceh, serta dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, akademisi, pelajar, dan unsur agama dari seluruh provinsi aceh. dalam pidato pembukaannya, kapolda aceh Irjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.. I menegaskan bahwa pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga ruh yang menghidupi setiap langkah perjuangan bangsa indonesia.

“hari lahir pancasila tahun ini datang dengan makna yang lebih mendalam di tengah dinamika global yang penuh tantangan. pancasila yang kita anut telah terbukti mampu menjadi pemersatu di antara keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di tanah air – termasuk di provinsi aceh yang memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai agama yang kuat,” ucap kapolda aceh dengan suara yang penuh semangat.

beliau menjelaskan bahwa tema tahun ini, “pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia”, mengingatkan kita bahwa nilai-nilai pancasila tidak hanya relevan bagi indonesia, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi dunia dalam membangun perdamaian dan kerja sama antarnegara. nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah untuk mufakat, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang terkandung dalam pancasila menjadi pondasi penting dalam menghadapi berbagai permasalahan global seperti perubahan iklim, terorisme, dan kesenjangan sosial.

setelah upacara bendera, acara dilanjutkan dengan kegiatan diskusi publik bertajuk “pancasila dalam kehidupan sehari-hari: menjaga persatuan di tengah perbedaan”. narasumber dalam diskusi ini antara lain akademisi dari universitas syiah kuala, tokoh masyarakat aceh, dan perwakilan dari kepolisian akademi. dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa penerapan nilai-nilai pancasila harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, sekolah, dan tempat kerja, agar dapat tumbuh menjadi kesadaran kolektif yang kuat di seluruh masyarakat.

“di aceh, kita melihat bagaimana nilai-nilai pancasila dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat. prinsip-prinsip keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap hak orang lain menjadi titik temu yang memperkuat persatuan dan kesatuan kita,” ungkap salah satu narasumber dari universitas syiah kuala.

selain itu, seluruh jajaran kepolisian daerah aceh juga melakukan aksi nyata sebagai bentuk penghormatan terhadap hari lahir pancasila. ribuan anggota polisi tersebar ke berbagai pelosok provinsi aceh untuk melakukan kegiatan bakti sosial, seperti memperbaiki sarana prasarana umum, memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, serta melakukan dialog dengan masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan keamanan daerah.

di kota sabang, contohnya, anggota polisi bekerja sama dengan masyarakat untuk membersihkan pantai dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam – sebuah wujud penerapan nilai pancasila yang mengajak kita untuk mencintai tanah air dan menjaga kelangsungan hidup bagi generasi mendatang. di kota medan (yang termasuk wilayah hukum kapolda aceh), tim polisi mengadakan kegiatan lomba pidato tentang pancasila bagi pelajar tingkat sekolah menengah, yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah.

kegiatan puncak hari lahir pancasila di markas kapolda aceh adalah penandatanganan piagam komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam setiap aspek kehidupan. piagam ini ditandatangani oleh kapolda aceh, perwakilan pemerintah provinsi aceh, tokoh masyarakat, dan unsur agama, sebagai bukti komitmen bersama dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia.

“kami berharap bahwa momentum hari lahir pancasila tahun ini tidak hanya menjadi acara tahunan semata, tetapi juga menjadi awal dari gerakan besar-besaran untuk menguatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai pancasila di seluruh lapisan masyarakat aceh dan indonesia. karena hanya dengan menjaga persatuan yang kokoh, kita dapat membangun negeri yang lebih baik dan berkontribusi pada perdamaian dunia,” pungkas kapolda aceh pada akhir acara.

acara ditutup dengan penyanyian lagu kebangsaan “indonesia raya” bersama-sama, dengan semangat persatuan yang terasa begitu kuat di antara seluruh peserta hadir.

Wartawan Zami
Editor Zami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *