JENDERAL HINGGA BRIGADIR, POLRES PASAMAN BARAT BAGIKAN SEMBAKO KEPADA WARGA YANG TERTIMPAD BANJIR

Ekonomi32 Dilihat

LinksiberNews.com ) Polres Pasaman Barat secara langsung menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan warga yang terkena dampak banjir di seluruh wilayah hukumnya. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud nyata kepedulian Korps Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) terhadap kesulitan yang dialami masyarakat akibat bencana alam.

Acara penyaluran yang dihadiri oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik beserta perwira dan anggota polisi lainnya, berlangsung di beberapa titik rawan banjir, antara lain di Kecamatan Pasaman Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping, dan Kecamatan Ranah Pesisir. Setiap paket bantuan yang disalurkan berisi beras, minyak goreng, telur, gula, tepung terigu, dan mie instan — barang-barang pokok yang sangat dibutuhkan oleh warga yang sementara harus meninggalkan rumah atau mengalami kesulitan akses ke pasar.

“Kita tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga menjadi teman bagi masyarakat dalam waktu sulit,” ujar Kapolres Pasaman Barat dalam pidatonya. Dia menambahkan bahwa bantuan ini dikumpulkan dari bantuan internal POLRI dan dukungan dari mitra masyarakat lokal, yang menunjukkan sinergi antara lembaga dan warga untuk mengatasi dampak bencana.

Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. Siti Maryam (45 tahun), salah satu warga yang rumahnya terendam banjir, mengatakan, “Kami sangat senang dan berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu karena kami tidak bisa keluar mencari makanan selama banjir masih tinggi.”

Selain penyaluran sembako, tim polisi juga membantu membersihkan rumah-rumah yang terendam lumpur dan memberikan informasi tentang langkah-langkah pencegahan bahaya setelah banjir surut. Polres Pasaman Barat juga memastikan bahwa penyaluran bantuan berjalan transparan dan merata, sehingga semua warga yang terkena dampak bisa menikmatinya.

Bencana banjir yang melanda wilayah Pasaman Barat baru-baru ini disebabkan oleh curah hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari, yang menyebabkan permukaan air sungai melonjak melebihi batas aman. Sampai saat ini, sebagian besar warga telah mulai kembali ke rumah masing-masing setelah air surut, meskipun beberapa masih tinggal di tempat penampungan sementara.

Wartawan: Zami
Editor : Zami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *