Judul: Pendekatan Edukatif, Sat PJR Polda Sumbar Tanamkan Kesadaran Keselamatan di Jalan Raya

Ekonomi20 Dilihat

PADANG, 23 Juni 2026 – Menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi lebih diutamakan melalui upaya pencegahan dan pembinaan. Hal ini yang terus dijalankan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat di bawah komando Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., melalui Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) yang aktif menyasar titik-titik perlintasan padat dan berisiko tinggi.

Dalam kegiatan kali ini, Kepala Unit 3 Sat PJR, AKP Dany Salman, S.H., M.H., memimpin langsung timnya untuk menjalin komunikasi langsung dengan para pengguna jalan. Fokus utama pendekatan kali ini adalah mengingatkan pentingnya penggunaan helm standar keselamatan bagi pengendara sepeda motor, yang kerap menjadi penyebab beratnya dampak kecelakaan jika terjadi insiden.

Berbeda dengan penegakan hukum yang bersifat tegas, petugas memilih cara dialog yang akrab namun tetap tegas. Mereka menjelaskan secara rinci bagaimana helm berfungsi melindungi kepala dari benturan keras, serta menjabarkan risiko yang ditanggung jika mengabaikan kelengkapan berkendara tersebut.

“Kami ingin mengubah pola pikir, bukan hanya menakut-nakuti. Mengenakan helm yang layak bukan soal menghindari tilang, melainkan investasi keselamatan untuk diri sendiri dan ketenangan bagi keluarga di rumah,” jelas AKP Dany Salman saat ditemui di lokasi kegiatan.

Sasaran kegiatan kali ini meliputi ruas jalan utama dan jalur penghubung antarwilayah yang sering dilalui warga sehari-hari. Respon yang diterima pun sangat positif; banyak pengendara mengaku lebih memahami alasan di balik peraturan tersebut dan berkomitmen untuk selalu melengkapi perlengkapan berkendara dengan benar.

Langkah ini sepenuhnya mendukung arahan pimpinan Ditlantas Polda Sumbar untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dari akarnya. Sat PJR menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, sehingga kesadaran akan keselamatan dapat tumbuh secara alami dan menjadi kebiasaan bagi seluruh masyarakat di Sumatera Barat.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *